6 Bulan Tak Ada Kabar, Akhirnya Komoditas Hortikultura Segera Masuk Sinas NK
16 Juni 2023
“Berarti sudah bisa memetakan masalahnya, jadi bisa dicari
solusinya. Kalau perlu melakukan perubahan Peraturan Menteri Pertanian
karena teridentifikasi perlu dilakukan revisi, disesuaikan dengan
mekanisme yang telah disepakati bersama dengan Kemenko Perekonomian dan
Lembaga Nasional Single Window / LNSW,” jelas Lestari Indah.
Aksi Penguatan Pengendalian Ekspor Impor merupakan aksi Stranas PK dengan capaian terbaik di periode 2021-2022 lalu. Meski sempat terganjal dengan masuknya bawang putih, baru pada akhir periode 2022, Kementerian Pertanian akhirnya sepakat untuk menerapkan kebijakan Neraca Komoditas, menggunakan mekanisme NK transisi sebagaimana diatur dalam Pasal 33 Peraturan Presiden No. 32 Tahun 2022 tentang Neraca Komoditas.
Aksi tentang penerapan kebijakan Neraca Komoditas (NK) dimaksudkan untuk memastikan jumlah (volume) impor dan waktu (pelaksanaan) impor sesuai dengan kebutuhan domestik. Misalnya pada saat panen raya, tentu tidak tepat bila impor dilaksanakan karena akan membuat petani merugi akibat harga jual yang anjlok. Demikian pula sebaliknya, apabila impor terlambat dilakukan, masyarakat akan menjerit karena harga barang yang melambung akibat kurangnya pasokan.
Pada periode 2023 – 2024, Stranas PK fokus untuk mendorong pelaksanaan penerapan kebijakan NK pada komoditas hortikultura lainnya. Akan tetapi, setelah 6 bulan berlalu, sampai dengan akhir periode pelaporan (B06), tidak ada perkembangan pelaksanaan yang berarti dari Ditjen Hortikultura. Tim Stranas PK pun menginisiasi rapat evaluasi pelaksanaan aksi terkait implementasi kebijakan Neraca Komoditas khususnya untuk komoditas Bawang Putih dan komoditas Hortikultura lainnya. “Kami merasa periode 2023-2024, susah sekali menyentuh hortikultura. Karena tidak pernah hadir dalam rapat. Tolong, komunikasi diperlukan untuk bisa melihat komitmennya,” tegas tenaga ahli Stranas PK, Lestari Indah, dalam rapat yang dilaksanakan di kantor Ditjen Hortikultura yang juga dihadiri oleh tim dari Kemenko Bidang Perekonomian.